dr AB (perempuan, 27 th) adalah seorang dokter yang bertugas di RS Swasta di Yogyakarta. Suatu hari datang seorang pasien laki-laki berusia 56 tahun ke UGD RS tersebut. Pasien tersebut datang dalam keadaan tidak sadarkan diri. Setelah dilakukan pemeriksaan, ternyata pasien tersebut mengalami koma hipoglikemi. Berdasar keterangan dari keluarga pasien, pasien tersebut baru saja berobat ke dr.BW, seorang dokter umum yang praktek di dekat rumahnya. Dikatakan oleh dr. BW bahwa pasien tersebut menderita Diabetes Mellitus, kemudian oleh dr BW diberikan terapi Glibenclamide 3x1.
Jelas, selidik dr AB, pasien tersebut koma karena obat yang diberikan oleh dr BW. dr BW kurang berhati-hati dalam memberikan obat diabetes mellitus tersebut. Efek samping yang paling sering dari pemberian obat insulin secretagogue seperti glibenclamide dalam dosis yang terlalu besar adalah terjadinya hipoglikemia.
dr AB kemudian ingat... siapa dr BW. dr BW ternyata adalah adik kelasnya sendiri, satu almamater. AB saat mahasiswa dulu pernah menjadi asisten praktikum dari BW. Seingat AB, BW adalah legenda di masa mahasiswanya. Tapi sayang, bukan karena pandai atau terampil, namun karena BW adalah raja gaul & dugem, hobi inhal di setiap praktikum dengan IP nyaris 1.00. Menurut gosip yang santer terdengar, BW masuk Fakultas Kedokteran lewat "jalan samping" dengan menyumbang banyak dana ke fakultas kedokteran tsb. Itu gosip yag ia dengar... entah benar atau salah..
Dokter AB menangani pasien tersebut secara terampil dengan pendekatan holistik. Dengan bolus Dextrose 40% 2 flash, pasien tersebut mulai sadar. Keluarga pasien bersyukur bahagia, setelah mendapat penjelasan yang meyakinkan dari dr AB yang ramah, sopan dan menenangkan, bahwa pasien tersebut akan kembali pulih setelah masa observasi.
Namun kemudian istri sang pasien bercurhat kepada dr AB, menyalahkan dr BW yang dianggapnya ngawur dan tidak komunikatif terhadap pasien, "dokter BW itu tidak ramah, sudah gitu ngasih obatnya salah lagi... pasti dia dokter yang bodoh, berbahaya sekali itu.. harus dicopot gelar dokternya!"
Dokter AB kemudian menanggapi komentar sang istri pasien itu dengan sangat bijaksana...
Bilamana anda adalah dr AB, apa yang akan anda katakan dan jelaskan kemudian kepada istri sang pasien tersebut? berikan alasannya
Kamis, 21 Agustus 2008
Langgan:
Poskan Komentar (Atom)

0 komentar:
Poskan Komentar